Hal yang Wajib Dilakukan setelah Update Windows 10 agar Tidak Lemot

  • 2 min read
  • Dec 12, 2020
Update Windows 10

Masalah yang sering dikeluhkan oleh kebanyakan orang setelah melakukan update windows adalah laptop jadi lemot. Padahal spesifikasi laptop juga lebih dari cukup, namun kenapa masalah ini tetap terjadi?

Sepengetahuan saya masalah utamanya adalah terletak pada user yang jarang maintenance software dan datanya. Mereka tidak tahu bahwa data dan aplikasi tidak terpakai yang dibiarkan menumpuk, akan membuat kinerja laptop lambat. Intinya kita harus membuat laptop bersih dari file sampah apapun supaya kinerjanya optimal.

Berikut beberapa permasalahan yang biasa menjadi penyebab laptop menjadi lambat:

  1. Terlalu banyak aplikasi

Terkadang kebanyakan orang membiarkan aplikasi yang tidak terpakai dilaptopnya begitu saja. Tidak sadar bahwa hal ini lambat laun akan mengakibatkan memori local disk c nya penuh.

  1. File sampah bertumpuk tidak pernah dibersihkan

File sampah yang saya maksud disini bisa saja berasal dari aplikasi yang rusak, maupun dari file windows old sendiri.

  1. Ada aplikasi yang crash

Hal ini juga paling sering terjadi pada orang-orang yang hanya tahu menggunakan laptop saja tanpa merawatnya. Aplikasi yang crash tidak hanya mengganggu tapi juga bisa menambah beban kinerja laptop yang tidak perlu.

Lantas apa yang harus dilakukan agar windows tidak lemot setelah diupdate?

Saya sendiri tidak suka melakukan hal ribet. Oleh karena itu disini saya akan menunjukkan tiga cara simpel yang biasa saya lakukan setelah update windows.

  1. Lakukan disk cleanup

Disk cleanup adalah tools bawaan windows untuk membersihkan file sampah maupun file windows old yang tersimpan setelah melakukan update. Berikut Langkah-langkahnya:

  • Ketikkan di pencarian windows “Disk Cleanup” kemudian setelah keluar hasilnya klik “open”
  • Akan muncul tampilan dialog “select drive”, pilih disk “C” dan klik OK
  • Disk cleanup akan melakukan scanning file, silahkan tunggu hingga selesai
  • Pada file to deleted centang semuanya, setelah itu klik OK untung mulai menghapus file tersebut.
  • Tunggu hingga selesai
  1. Lakukan defrag partisi

Defrag partisi disini bertujuan untuk membuat windows membaca semua file lebih cepat. Silahkan ikuti Langkah-langkahnya berikut ini.

  • Buka windows explorer (WIN+E)
  • Klik kanan pada local disk C > pilih properties
  • Akan tampil kotak dialog optimize drive seperti gambar di bawah ini

Hal yang Wajib Dilakukan setelah Update Windows 10 agar Tidak Lemot

  • Klik Analyze kemudian klik Optimize. Lakukan hal tersebut pada setiap partisi hardisk.
  • Tunggu hingga selesai dan current statusnya menjadi OK (0% fragmented)
  1. Hapus aplikasi tidak terpakai

Seperti yang saya katakan sebelumnya, sebaiknya hapus secara manual aplikasi tidak penting di laptop agar tidak menuh-menuhi local disk c. Sebab setiap aplikasi punya syarat minimal local disk c agar bisa berjalan dengan baik. Jika local disk c nya penuh sudah pasti aplikasi akan sering not responding.

Namun jika Anda merasa local disk c laptop terlalu kecil (minimal harus 100GB) silahkan baca cara menambah partisi c windows 10 tanpa install ulang. Pada artikel tersebut sudah dijelaskan bagaimana cara mudah untuk menambah ukuran local disk c.

Setelah melakukan semua cara di atas, saya yakin windows tidak akan lemot lagi. Namun apabila laptop masih tetap lemot, kemungkinan besar itu bukan dari windowsnya. Tapi dari kondisi hardisk Anda yang sudah rusak. Ciri-ciri laptop yang hardisknya rusak biasanya Ketika membuka aplikasi sering not responding, meskipun aplikasi tersebut tidak terlalu berat. Selain itu bisa juga terdapat bunyi-bunyi tertentu saat pertama kali laptop dinyalakan.

Apabila mengalami hal itu, tidak ada solusi yang bisa mengatasinya. Kecuali mengganti hardisk laptop dengan yang baru.