Contoh Ceramah Singkat Tentang Ibu

  • 3 min read
  • Feb 11, 2021
Ceramah Singkat Tentang Ibu

Contoh ceramah singkat – Ceramah bukan menjadi sebuah hal yang baru. Sering sekali kita mendengar ceramah di sekitar lingkungan kita. Ceramah singkat sangat sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari seperti di sekolah bagi kalangan pelajar, di balai desa baik bagi kalangan pemuda hingga masyarakat luas, dan bahkan di tempat-tempat suci umat beragama. Lebih dari itu ceramah juga dapat diberikan oleh kedua orang tua yang ada di rumah.

Pada dasarnya ceramah adalah sebuah aktivitas untuk memberikan edukasi pada khalayak ramai maupun pribadi. Ceramah memiliki fungsi untuk memberikan sebuah pemahaman terhadap sesuatu yang benar, dan ceramah selalu berisikan ajakan-ajakan untuk berbuat atau perbuatan positif dan tentu menghindari hal-hal yang bersifat negatif.

Nah berikut ini adalah salah satu contoh ceramah tentang Ibu.

Ceramah Singkat Tentang Ibu

Sebagai sosok yang sangat luar biasa, Ibu sudah selayaknya dihormati dan dikasihi oleh sang anak serta semua anggota keluarga yang ada di rumah. Berikut ini adalah contoh ceramah singkat tentang Ibu.

Assalamualikum Wr Wb

Selamat pagi

Kepada seluruh hadirin yang saya hormati, pertama-tama marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur ke hadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat untuk dapat bertemu dan bersilahturahmi.

Bapak/Ibu, dan Saudara sekalian pada kesempatan yang baik ini izinkanlah saya untuk menyampaikan sebuah ceramah singkat tentang Ibu.

Sudah sering kita mendengar kata Ibu, bahkan sering kali kita berucap kata Ibu dalam keseharian hidup kita. Pertanyaannya adalah, sejauh mana kita semua mampu memberikan makna kepada kata Ibu tersebut, yaitu orang yang kita sebut sebagai Ibu. Sudahkah kita berbuat kebaikan pada Ibu kita? Sederhananya, sudahkah kita berbakti atau menghormati Ibu kita? Atau sudahkah kita mampu untuk tidak membebani Ibu kita lagi? Sudahkah? Hanya hadirin sekalianlah yang tahu jawabannya. Coba ketuk hati kalian, tanyakan, sudahkah kita melakukan hal-hal itu ada Ibu kita? Jangan tanya pada orang lain, tanya diri kita. Sejauh mana kita sudah membantu Ibu kita.

Ada beberapa anak yang menjawab pertanyaan ini dengan jawaban yang berbeda. Si A ia mengaku sudah membahagiakan Ibunya dengan memberikan Ibunya sebuah ponsel pintar. Si B mengaku sudah membahagiakan Ibu dengan memberikan uang bulanan sebesar 5 juta rupiah. Si C mengaku tidak lagi meminta sepeser uang pada Ibunya untuk menjalani hidup, dan masih banyak lagi jawab yang berbeda.

Apakah kalian tahu artinya apa? Ini berarti bahwa tingkatan berbakti kita, tingkatan sikap kita pada Ibu kita berbeda-beda dan tidak satu pun dari mereka salah. Bahagianya seorang Ibu tidak ternilai dengan uang, barang, ataupun pemberian lainnya. Mungkin dengan sesederhana melihat anaknya tumbuh dewasa dengan baik, menikah, dan punya anak atau cucu bagi dirinya. Ini sudah mampu membuat seorang Ibu bahagia. Bahagianya seorang ibu tidak diukur dari material yang anaknya bisa beri pada dirinya. Tidak ada ukuran angka, barang, atau hal apa pun yang bisa memberikan kebahagiaan yang abadi pada seorang Ibu. Semua itu tidak pernah ada sebanding dengan kebahagiaan yang ada dalam diri Ibu kita masing-masing.

Kesimpulannya adalah, membuat bahagia seorang Ibu, tidak bisa diukur dengan angka atau bahkan materi. Hanya Ibu kita yang tahu, dan ingat Ibu kita berbeda satu dengan lainnya dan masing-masing dari mereka punya cara bahagianya masing-masing.

Tetaplah berbakti karena bakti dan hormat sudah mampu memberikan secercah kebahagiaan yang sederhana dan tak terhingga pada seorang Ibu yang mana menandakan bahwa ia berhasil menjadi seorang Ibu. Karena ia mampu membesarkan anak yang hebat, yang ingat dari mana ia berasal.

Semoga Ibu kita, dan kita semua selalu dalam lindungannya. Hadirin sekalian, sekian yang dapat saya sampaikan tentang ceramah singkat Ibu kali ini. Semoga apa yang telah saya sampaikan bisa bermanfaat bagi kita semua.

Mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan, akhir kata saya tutup dengan Wassalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh.